Diburuan Festival Jilid 4 Digelar, Wakil Bupati Bandung Barat Dorong Kampung Kreatif Jadi Inspirasi Daerah Lain
SRIKANDIPOST, BATUJAJAR KBB, — Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menghadiri sekaligus meresmikan Opening Ceremony Diburuan Festival Jilid 4 yang dirangkaikan dengan Kick Off Kampung Kreatif Cikandang, di Halaman Virageawie, Batujajar, Jumat (18/9/2026).
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Virageawie Indonesia, para pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat yang secara konsisten terus menggerakkan dan mengembangkan potensi lokal melalui kreativitas dan kolaborasi.
Diburuan Festival yang kini memasuki penyelenggaraan jilid ke-4, bersamaan dengan peluncuran Kampung Kreatif Cikandang, menjadi salah satu bentuk nyata semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat yang berbasis pada kreativitas, kepedulian sosial, serta kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Asep Ismail menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi seni, budaya, kerajinan, dan ekonomi kreatif yang sangat beragam. Salah satunya adalah berbagai produk berbasis bambu yang dapat terus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus identitas daerah.
Menurutnya, pemanfaatan ruang publik atau buruan sebagai ruang aktivitas masyarakat bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi dapat menjadi ruang kolaborasi, ekspresi kreativitas, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ruang untuk berkumpul dan berekspresi, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menggali potensi masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Asep.
Wakil Bupati secara resmi membuka Diburuan Festival Jilid 4 sekaligus melakukan kick off Kampung Kreatif Cikandang. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh dan motivasi bagi daerah-daerah lain di Kabupaten Bandung Barat untuk mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing.
“Kami berharap apa yang dilakukan di sini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi daerah-daerah lain di Kabupaten Bandung Barat. Setiap wilayah tentu memiliki potensi dan keunggulannya masing-masing yang bisa dikembangkan melalui kreativitas dan kolaborasi masyarakat,” tuturnya.
Selain mendorong kreativitas dan pergerakan ekonomi masyarakat, Asep berharap kegiatan berbasis komunitas tersebut dapat menjadi sarana promosi Kabupaten Bandung Barat. Berbagai potensi seni, budaya, kerajinan, kuliner, serta ekonomi kreatif yang dimiliki masyarakat diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas.
“Ini juga menjadi ajang promosi bagi Kabupaten Bandung Barat. Kita ingin berbagai potensi dan keunggulan yang ada di KBB semakin dikenal, sehingga dapat membuka peluang kolaborasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarpihak, yakni antara Virageawie Indonesia dengan Pusat Kolaborasi Bambu, Virageawie Indonesia dengan Universitas Widyatama, serta Virageawie Indonesia dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan kreativitas, inovasi, pendidikan, serta potensi ekonomi berbasis masyarakat dan sumber daya lokal.
Kegiatan turut dihadiri unsur pimpinan BUMN/BUMD, perangkat daerah, Pemerintah Desa Cimareme, tokoh masyarakat, Ketua RW 07 Desa Cimareme, keluarga besar Virageawie Indonesia, para seniman dan pelaku ekonomi kreatif, serta sejumlah mitra strategis, di antaranya TJSL ID Survey, ID Survey (Persero), PT KAI, PT Pelindo, PT Surveyor Indonesia, BKI, Pusat Kolaborasi Bambu BRIN, dan Universitas Widyatama.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap semangat kolaborasi yang ditunjukkan melalui Diburuan Festival dan Kampung Kreatif Cikandang dapat terus tumbuh dan direplikasi di berbagai wilayah lainnya. Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan melibatkan masyarakat, setiap daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperluas promosi Kabupaten Bandung Barat. DI (DISKOMINFOSANTIK KBB)









Posting Komentar