• Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
  • Buy Now!
srikandipost.com
Buy template blogger

Mega Menu

  • Home
  • REDAKSI
  • Pendidikan
  • TNI
  • Polri
  • Kriminal
  • Fashion
    • All
    • LifeStyle
    • Sosial Media
    • Woman
    • Health & Fitness
  • Politik
    • Video
  • Lifestyle
  • Video
  • Kabar Daerah
    • Berita - KBB
    • Berita - Cimahi
    • Berita - Bandung
    • Berita - Soreang
    • Berita - Kota Cianjur
    • Berita - Kota Sukabumi
    • Berita - Kab Bekasi
    • Berita - Kab Bogor
    • Berita - Kab Ciamis
    • Berita - Kab Cianjur
    • Berita - Kab Cirebon
    • Berita - Kab Garut
    • Berita - Kab Indramayu
    • Berita - Kota Bogor
    • ChangelogNew
srikandipost.com
Telusuri
Beranda headlin headline KBB KBB Health & Fitness Kemarau Berkepanjangan Tekan Ketersediaan Hijauan Pakan, Dispernakan KBB Dorong Penguatan Cadangan Pakan
headlin headline KBB KBB Health & Fitness

Kemarau Berkepanjangan Tekan Ketersediaan Hijauan Pakan, Dispernakan KBB Dorong Penguatan Cadangan Pakan

Penulis : Dudy Iskandar
Penulis : Dudy Iskandar
24 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


SRIKANDIPOST, KAB. BANDUNG BARAT – Kemarau berkepanjangan yang mulai memberikan dampak sejak Juni–Juli 2026 dan memasuki periode puncak pada Agustus–September mulai menekan ketersediaan hijauan pakan ternak di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kondisi tersebut terutama dirasakan peternak ruminansia yang masih mengandalkan rumput segar sebagai sumber utama pakan. Berdasarkan pemantauan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, ketersediaan sumber air untuk ternak hingga saat ini relatif aman. Namun, keterbatasan hijauan menjadi persoalan yang perlu diantisipasi secara serius.

Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah peternak, pada kondisi kemarau berkepanjangan, pemberian hijauan pada sebagian ternak dapat berkurang hingga sekitar 50 persen. Sebagian peternak juga mulai beralih dari rumput hijau ke jerami padi kering yang memiliki kualitas nutrisi lebih rendah dibandingkan hijauan segar.

Keterbatasan rumput semakin terasa karena sebagian kebun rumput belum dikelola secara optimal dan masih terbatasnya peternak yang secara khusus menanam hijauan unggul.

Pada musim hujan, hijauan relatif mudah diperoleh. Namun, ketika musim kering berlangsung panjang, sebagian peternak bahkan harus mencari pakan hingga ke luar daerah, di antaranya Subang, Purwakarta, dan Sumedang.

Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap harga pakan. Harga tebon jagung yang sebelumnya sekitar Rp800 per kilogram meningkat menjadi sekitar Rp900 per kilogram. Sementara itu, harga rumput odot meningkat dari sekitar Rp750 menjadi Rp900 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut belum sepenuhnya menjamin ketersediaan pakan karena produsen rumput juga menghadapi keterbatasan stok.

Populasi Ruminansia dan Dampak Kemarau

Komoditas ruminansia yang berpotensi terdampak kondisi tersebut meliputi sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba.

Berdasarkan data sementara tahun 2026, populasi sapi potong di Kabupaten Bandung Barat mencapai 5.960 ekor, sapi perah sebanyak 26.717 ekor, kambing 14.744 ekor, dan domba mencapai 184.123 ekor.

Sapi potong tersebar di 16 kecamatan, dengan populasi terbesar antara lain berada di Kecamatan Cisarua sebanyak 2.046 ekor dan Kecamatan Lembang sebanyak 1.464 ekor.

Sementara itu, sapi perah tersebar di empat kecamatan, yakni Lembang, Parongpong, Cisarua, dan Ngamprah. Populasi terbesar berada di Kecamatan Lembang dengan jumlah sekitar 15.724 ekor.

Meski terjadi tekanan terhadap ketersediaan hijauan, produksi ternak secara umum masih cenderung stabil. Peternak melakukan berbagai penyesuaian dengan memanfaatkan pakan alternatif serta meningkatkan penggunaan konsentrat berprotein tinggi sebagai pelengkap atau pengganti sebagian hijauan.

Namun, strategi tersebut perlu dikelola dengan baik agar kebutuhan nutrisi ternak tetap terpenuhi dan peningkatan biaya pakan tidak membebani keberlanjutan usaha peternakan.

Peternak Mulai Mencari Pakan ke Luar Daerah

Gambaran kondisi di lapangan salah satunya terlihat pada Kelompok Tani Jaya Siliwangi di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, yang mengelola kurang lebih 70 ekor sapi perah.

Kelompok tersebut melaporkan semakin sulit memperoleh hijauan selama kemarau. Produktivitas kebun rumput mengalami penurunan drastis dan diperkirakan hanya mampu menghasilkan sekitar 30 persen dibandingkan produksi pada musim penghujan.

Untuk memenuhi kebutuhan ternaknya, peternak mulai mencari rumput hijau ke daerah lain, membeli jerami padi kering sebagai salah satu sumber bahan pakan, serta menambahkan ampas tahu dan konsentrat sapi perah guna membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Dispernakan Dorong Cadangan Pakan Sebelum Kemarau

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, drh. Wiwin Aprianti, M.Si., mengatakan kondisi kemarau perlu direspons melalui pengelolaan pakan yang lebih terencana.

“Kondisi kemarau yang berlangsung saat ini mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan hijauan pakan, khususnya bagi peternak yang masih mengandalkan rumput segar sebagai sumber pakan utama. Ketika ketersediaan hijauan menurun, peternak tidak hanya menghadapi persoalan jumlah pakan, tetapi juga kualitasnya. Hijauan yang terlalu tua atau mengalami kekeringan dapat memiliki kandungan nutrisi yang berbeda dibandingkan hijauan dalam kondisi optimal,” ujarnya.

Wiwin mengimbau peternak mulai menyiapkan cadangan pakan sejak sekarang dan tidak menunggu sampai kondisi benar-benar sulit.

“Kami mengimbau peternak untuk mulai menyiapkan cadangan pakan sejak sekarang dan tidak menunggu sampai kondisi benar-benar sulit diperoleh. Peternak dapat memanfaatkan sumber pakan lokal yang tersedia serta mengolahnya menjadi pakan awetan seperti silase atau hay,” katanya.

Menurutnya, Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi bahan pakan yang berasal dari sektor pertanian maupun sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan secara optimal melalui pengolahan dan pengawetan.

Sejumlah bahan pakan alternatif yang selama ini telah dimanfaatkan peternak antara lain jerami padi, tebon jagung, limbah agroindustri, ampas tahu, dan konsentrat.

Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, lanjut Wiwin, juga akan memperkuat pemantauan kondisi pakan dan air di sentra-sentra peternakan melalui UPTD, BPP, dan penyuluh.

“Dengan pemantauan tersebut, apabila terjadi kekurangan pakan yang signifikan, kondisi dapat diketahui dan ditangani lebih awal,” jelasnya.

Ke depan, dinas akan memperkuat sosialisasi mengenai pentingnya penyimpanan cadangan pakan pada musim penghujan serta pengenalan dan pemanfaatan pakan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan ternak.

Langkah tersebut diarahkan agar peternak tidak hanya merespons kekurangan pakan ketika kemarau terjadi, tetapi sudah memiliki cadangan dan rencana pakan sebelum memasuki periode kering.

“Ke depan kita perlu membangun sistem ketahanan pakan ternak, sehingga cadangan pakan sudah tersedia sebelum memasuki periode kemarau. Selain pakan, peternak juga perlu memastikan ketersediaan air minum yang cukup bagi ternak, terutama pada periode dengan suhu lingkungan tinggi dan curah hujan rendah,” tutur Wiwin.

Peternak Diminta Tidak Menunggu Kondisi Kritis

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat mengimbau seluruh peternak, khususnya peternak ruminansia, agar tidak menunggu hingga ketersediaan rumput benar-benar kritis.

Peternak didorong mulai menyiapkan cadangan pakan, memanfaatkan sumber pakan lokal yang tersedia, serta mengolahnya menjadi pakan awetan seperti silase atau hay.

Selain itu, peternak perlu memastikan ketersediaan air minum yang cukup serta memantau kondisi tubuh dan produktivitas ternak.

Apabila terjadi penurunan kondisi ternak atau kesulitan memperoleh pakan, peternak diimbau segera berkoordinasi dengan penyuluh maupun petugas peternakan di wilayah masing-masing.

Melalui langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap ketahanan pakan dapat semakin kuat sehingga keberlangsungan usaha peternakan dan produktivitas ternak tetap terjaga, meskipun menghadapi periode kemarau berkepanjangan. DI 


Via headlin
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Ads Single Post 4

 


Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 M

Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 M

Ucapan Hari Raya Idul Fitri

Ucapan Hari Raya Idul Fitri

Ucapan Pemkot Cimahi HUT RI Ke - 80

Ucapan Pemkot Cimahi HUT RI Ke - 80

HUT Kota Cimahi

HUT Kota Cimahi

UCAPAN SELAMAT IDUL FITRI 1446 H

UCAPAN SELAMAT IDUL FITRI 1446 H

UCAPAN NUZULUL QUR,AN

UCAPAN NUZULUL QUR,AN

HPN 2025

HPN 2025

ucapan tahiun baru 2025

ucapan tahiun baru 2025

ucapan tahun baru 2025

ucapan tahun baru 2025

Ucapan HUT RI Ke-79

Ucapan HUT RI Ke-79

HUT KOTA CIMAHI KE - 23

HUT KOTA CIMAHI KE - 23

HUT KOTA CIMAHI KE - 23

HUT KOTA CIMAHI KE - 23

Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1445H

Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1445H

Produk Hukum Kota Cimahi Terbaru

Produk Hukum Kota Cimahi Terbaru

Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2024


 

PIGUR BANGSA

 


IKLAN

 


Featured Post

KBB Luncurkan Sistem Monitoring Isu Publik Berbasis Digital, Percepat Respons terhadap Aspirasi Masyarakat

Penulis : Dudy Iskandar- Oktober 29, 2026 0
KBB Luncurkan Sistem Monitoring Isu Publik Berbasis Digital, Percepat Respons terhadap Aspirasi Masyarakat
SRIKANDIPOST, KAB. BANDUNG BARAT, – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai memperkuat penerapan Smart City melalui peluncuran uji coba (piloting) sistem Moni…

Most Popular

KBB Luncurkan Sistem Monitoring Isu Publik Berbasis Digital, Percepat Respons terhadap Aspirasi Masyarakat

KBB Luncurkan Sistem Monitoring Isu Publik Berbasis Digital, Percepat Respons terhadap Aspirasi Masyarakat

Oktober 29, 2026
Pemkot Cimahi Menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke - 98 Th.2026

Pemkot Cimahi Menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke - 98 Th.2026

Oktober 28, 2026
Jadi Tuan Rumah HARSIARDA Jabar 2026, Bupati Jeje: Lembaga Penyiaran Harus Jadi Penjernih Informasi

Jadi Tuan Rumah HARSIARDA Jabar 2026, Bupati Jeje: Lembaga Penyiaran Harus Jadi Penjernih Informasi

Oktober 17, 2026

Kelompok Kerja Jurnalis Nasional

Kelompok Kerja Jurnalis Nasional

Editor Post

Januari 01, 2025
berita kehilangan stnk motor

berita kehilangan stnk motor

Juni 03, 2025
MEDIZAA Menggelar Kegiatan Bantuan Kemanusiaan Media Bagi Masyarakat Cihanjuang

MEDIZAA Menggelar Kegiatan Bantuan Kemanusiaan Media Bagi Masyarakat Cihanjuang

Juni 26, 2023

Popular Post

KBB Luncurkan Sistem Monitoring Isu Publik Berbasis Digital, Percepat Respons terhadap Aspirasi Masyarakat

KBB Luncurkan Sistem Monitoring Isu Publik Berbasis Digital, Percepat Respons terhadap Aspirasi Masyarakat

Oktober 29, 2026
Pemkot Cimahi Menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke - 98 Th.2026

Pemkot Cimahi Menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke - 98 Th.2026

Oktober 28, 2026
Jadi Tuan Rumah HARSIARDA Jabar 2026, Bupati Jeje: Lembaga Penyiaran Harus Jadi Penjernih Informasi

Jadi Tuan Rumah HARSIARDA Jabar 2026, Bupati Jeje: Lembaga Penyiaran Harus Jadi Penjernih Informasi

Oktober 17, 2026

Populart Categoris

  • Health & Fitness255
srikandipost.com

About Us

Viospaper Pro Blogspot Theme is your news, entertainment, music fashion Blog. We provide you with the latest breaking news and videos straight from the entertainment industry.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© Newspaper Blogger Theme by Srikandi Post.COM
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us